Peduli lingkungan

100_5449.jpgKemarin tanggal 21 – 23 Maret08  saya pulang kampung, dalam rangka menengok orang tua dan libur Paskah. Tema Paskah tahun ini adalah peduli terhadap lingkungan hidup.

Dalam homili malam Paskah  Romo Iswarahadi(Direktur Puskat Jogja) mengingatkan akan kepedulian kita teradap lingkungan hidup yang dimulai dari saat ini juga dan dari diri/keluarga kita.

Jangan sampai kita meninggalkan lingkungan yang rusak ke anak cucu kita.

Kita harus bisa mendaur ulang/mengolah sampah, jangan menggunduli hutan, menanam pepohonan yang bisa mengurangi pemnansan global, etc.

Kita harus mengajak segenap insan baik anak-anak remaja, dewasa, untuk peduli dan menjaga lingkungan hidup kita, demi anak cucu dimasa datang.

Pada hari minggunya penulis menanam 6 pohon kelapa semoga ikut membantu menjaga kelangsungan hidup.

Semoga.

  

  

Sikap rendah hati, tidak sombong.

My Photo

Kenangan

Outing

Pada hari kamis-jumat tanggal 21-22 Februari kemarin, kantor kami mengadakan acara outing, di Lembur Pancawati Bogor.

Acara ini semestinya dilaksanakan tiap akhir tahun, namun karena berbagai hal kesibukan maka baru bisa dilaksanakn pada akhir februari. Mengingat kantor kami terbagi dalam dua kelompok usaha yang letaknya berbeda dan untuk menyesuaikan waktu yang cocok agak susah.

Waktu dua hari kita benar-benar gunakan untuk refreshing, dari kegiatan rutin pekerjaan kantor.

Berbagai acara dan permainan berkelompok membuat suasana keakraban diantara kami dilaksanakan seperti: perkenalan karyawan baru(belum setahun), estafet balon, estafet holahop, contest baju pantai dari koran, panjang-panjangan, tebak gambar.

Permainan berkelompok tersebut mendorong kekompakan, kebersamaan, saling mengenal lebih dekat masing-masing pribadi, memahami, menumbuhkan kreatifititas dengan tantangan-tantangan permainan yang ada  dalam meraih tujuan.  

Pada malam harinya kita mengundang organ tunggal yang mayoritas lagu-lagunya adalah dangdut, sehingga bisa berjoget bersama. Sebagian besar bisa larut dalam kegembiraan lupa akan dinginnya udara di luar, sehingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pk 24.00 waktunya kita semua harus istirahat.

Sebagian diantara kami bisa tidur, namun sebagian juga tetap terjaga dengan berbagai aktifitas masing-masing : ada yang bercengkerama, main kartu, memancing, dll.

Di pagi harinya sebagian besar masih terlelap, karena dinginnya udara dan hujan rintik menambah alasan untuk bermalas-malas ditempat tidur.

Semestinya acara dimulai pada pk. 07.00 dengan senam bersama dan futsal. namun karena hujan rintik dan halaman basah, akhirnya teman-teman putri mengadakan jogging  di aula dan cowoknya tetap futsal di lapangan.

Pk. 10an kita berkumpul bersama untuk membagi tukar kado. Kado ini merupakan kado dari teman-teman sendiri yang telah ditentukan penerima dan harganya minimal 20rb rupiah. Terserah mau dibelikan apa. Ada yang mendapat handuk, CD, charger, dll. setelah itu dilanjutkan dengan penerimaan hadiah permainan dan doorprize, tentunya sambutan-sambutan dari pimpinan.

Acara ditutup dengan makan siang dan sayonara, balik ke Jakarta.

Dua hari yang indah dan membahagiakan. Dengan kebersamaan, saling membantu, bekerja sama, saling mendukung, kompak, peduli, hati senang.

Semoga suasana tersebut selalu terbawa dalam karya dan tugas sehari-hari agar lebih baik lagi. Terlebih dalam mengisi kehidupan ini. Life is so Beautiful.   

    

  

Hidup Damai dan Berarti

Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.” Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit?” “Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian sang Master. “Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh.
Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru. “Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?” “Ya, memang saya sudah bosan hidup.” “Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang.

Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.”
Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali
Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh! Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Hidupmu akan lebih damai dan berarti”

Sumber : Email tetangga

Bersyukur

Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan.

Kata-Kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang Kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi
berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah.
Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur. Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah
Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih
tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.
Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
Rumput tetangga memang sering
kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, ”Lulu, Lulu.” Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ”Lulu, Lulu”. ”Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?” tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ”Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika
ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ”Saya mempunyai dua anak lak i-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”
Bersyukurlah!
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan…. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu … Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar…
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit … Di masa itulah kamu tumbuh…
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang…
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru … Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu…
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga…
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih … Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik…
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut…
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif…
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu
dan semua itu akan menjadi berkah bagimu…

Sumber: Unknown